Minggu, 28 Desember 2014

, , , , ,

Wisata Kuliner Jayapura

Kota Jayapura





Ada syair lagu yang mengatakan “Papua surga kecil yang turun ke bumi”, gambaran ini menunjukkan betapa indahnya alam Papua dengan segala kekayaan alam yang ada. Disini saya ingin berbagi informasi mengenai wisata kuliner di Papua, terutama di Kota Jayapura. Papua merupakan surganya pecinta seafood, selain hasil yang melimpah, cita rasa seafood asli Papua membuat saya selalu rindu akan rasanya, begitu segar tanpa bumbu sekalipun.
Berikut ini beberapa tempat kuliner yang ada di Jayapura yang pernah saya kunjungi :
1. Mujahir Bakar Nusantara di APO depan Gor Cenderawasih (sambalnya hooot dan mantaf)

2. Bebek Goreng Murni di APO juga (sambalnya juga maknyuss)
3. Ikan Bakar Maros di Ruko Dok II (Ikan bakar mantaf, ada pepes jerohan ikan, dan sambal wokunya itu mantaf abisss)
4. Ikan Bakar Duta Cafe di Ruko Dok II
5. Ikan Bakar Blue Cafe di Ruko Dok II (ada live musik dan di pinggir pantai persis)
6. RM Prima Rasa Ruko dok II (biasa sa makan Papeda disini)
7. Mujahir Woku dan Palumara RM Selera Nusanta di Ruko dok II
8. Warung Makan Bu Wono dan Warung Makan Pak Kumis di Dok 5
9. RM Prima Rasa di Waena arah Uncen Baru (Spesialis Steak paling maknyus di Jayapura)
10.Yougwa Restaurant pinggir danau Sentani (biasanya saya pesan ikan gabus kuah asam)

11.Rumah Makan Padang Citra Bundo Ruko dok II
12.Gulai kepala Kakap yang maknyus ada di Sentani, dari bandara arah kekiri, setelah jembatan, saya lupa nama rumah makannya (rmh makan padang)
13.Warung Makan Bu Atmo, buka cuma sabtu dan minggu, spesialis masakan jawa dan tempe gorengnya mantafff, lokasi ke arah Depapre
14. Jika ingin menikmati suasana desa di Jayapura datanglah ke Koya (daerah transmigrasi) banyak pemancingan sekaligus sebagai tempat makan.

smbr:http://wisata.kompasiana.com

KotaJayapura.com 

 @KotaJayapura
, ,

Berakhir Pekan di Kota Jayapura

Kota Jayapura

Foto:Reza


KOMPAS.com – Isu keamanan memang selalu menjadi bayang-bayang Kota Jayapura, Provinsi Papua. Walau begitu, sebagai salah satu kota yang berkembang pesat dan modern di Pulau Papua, kota ini kerap didatangi oleh pelancong bisnis.
Urusan bisnis sampai pendidikan menjadikan Jayapura sebuah daerah kunjungan baik pelancong asing maupun domestik.  Jayapura juga telah memiliki beberapa hotel berbintang. Dua di antaranya dimiliki jaringan hotel internasional.
Pilihan penginapan di Jayapura pun sangat beragam, mulai dari kelas melati hingga hotel berbintang. Beberapa yang terkenal adalah Hotel Yasmin, Hotel Matoa, Aston Hotel, sampai Swiss-Belhotel.
Sedangkan transportasi keliling kota Jayapura bisa menggunakan transportasi umum. Pilihan ternyaman adalah sewa mobil dengan sopir di kisaran harga Rp 400.000 per hari tetapi tidak termasuk bensin.
Oleh karena itu, jika Anda berkesempatan mampir ke Jayapura karena urusan pekerjaan, jangan menghabiskan waktu kosong hanya dengan berdiam diri di hotel. Cobalah pelesir keliling Kota Jayapura dan sekitarnya. Sebab, Jayapura juga menyimpan potensi menarik sebagai tempat wisata.
Jumat malam. Anda pastilah sudah mendapatkan kesempatan untuk berpelesir. Tak perlu paksakan diri berwisata. Cukup cari makan malam di luar hotel. Pilihan untuk makan malam tentu saja aneka hidangan seafood.
Kuliner di Jayapura lekat dengan aneka kuliner laut. Salah satu yang tenar adalah Rumah Makan Maros di Kompleks Ruko Pasifik Permai, Jayapura. Pilih ikan bakar dengan dicocol ke sambal woku. Sedap!
Jika malam belum terlalu larut atau sebelum pergi makan malam, sempatkan mampir ke toko cinderamata. Salah satu daftar belanja wajib tentu saja batik Papua. Toko tempat menjual batik Papua, salah satunya adalah Aneka Batik yang berada di Jalan Percetakan I.
Lalu lanjutkan berburu oleh-oleh di Pasar Hamadi. Di sana, Anda harus membeli koteka dan noken. Jangan lupa membeli gantungan kunci yang banyak ataupun gelang untuk oleh-oleh. Oleh-oleh lain yang unik adalah lukisan kulit kayu, asbak, dan patung  komoro.
Sabtu. Jam 9 pagi, langsung arahkan perjalanan ke Museum Provinsi Papua. Di museum ini, Anda akan mendapatkan banyak informasi mengenai suku-suku yang ada di tanah Papua, baik dari sisi budaya maupun sejarah.
Museum ini ibarat peta wisata. Dari informasi yang didapat di museum tersebut, Anda bisa membuat rencana perjalanan Anda selama di Jayapura ataupun daerah lainnya di Papua.
Setelah itu, lanjutkan dengan mampir ke penangkaran buaya di Entrop. Anda bisa melihat langsung buaya-buaya di penangkaran ini. Walaupun hanya buaya dengan usia tertentu yang boleh dilihat. Ada lebih dari 200 buaya yang ditangkarkan di tempat ini.


Perut sudah mulai lapar? Jika masih bisa bertahan, arahkan perjalanan ke Danau Sentani.  Waktu tempuh sekitar satu jam dari Entrop. Di tepi Danau Sentani, terdapat restoran yang terkenal untuk menyantap ikan dari danau yaitu Yogwa Restaurant.

Jangan lupa pesan ikan gabus kuah kuning dan sambalnya. Tentu saja sebagai makanan pokok, jangan makan dengan nasi, melainkan dengan papeda. Papeda terbuat dari sagu dan dimasak menjadi bubur. Papeda paling cocok dipadukan dengan ikan berkuah. 


Selesai makan, saatnya berkeliling di tepian Danau Sentani dan menikmati keindahan danau ini. Sempatkan naik kapal untuk berkeliling danau. Tetapi, jangan keasyikan, sebab ada dua obyek wisata lainnya yang perlu Anda kunjungi.

Lanjutkan pelesir Anda ke Tugu MacArthur. Tugu ini berada di dalam kawasan Resimen Induk Kodam (Rindam) XVIII Trikora. Sehingga sebelum masuk, Anda harus menyerahkan kartu identitas dan kaca mobil terbuka setiap saat.
Terletak di atas bukit, pengunjung yang mencapai tempat ini pun bisa duduk-duduk tepat di depan tugu. Pemandangan Danau Sentani, pegunungan Cyclops, dan Bandara Sentani akan memanjakan mata.
Douglas MacArthur, adalah seorang jenderal Amerika Serikat menjadi otak di balik kemenangan Amerika Serikat dan sekutu atas Perang Dunia II di wilayah Pasifik. Ia melancarkan rencana merebut Papua dari Jepang. Papua harus direbut sebagai batu loncatan untuk merebut kembali Filipina. Rencana ini berhasil, dan tugu memorial di Bukit Makatur menjadi saksi sejarah itu.
Jangan kesorean di tempat ini. Sebab, Anda harus mengejar matahari terbenam di kota Jayapura. Ya, sebagai penutup hari Anda, langsung bawa mobil kembali ke kota Jayapura. Perlu waktu sekitar 1,5 jam dari Memorial McArthur.
Obyek wisata yang Anda tuju adalah Jayapura Wood. Demikian beberapa orang menyebutnya. Nyatanya, tulisan yang tertera di adalah “Jayapura City”.
Sebagai menu makan malam tentu masih seputar ikan. Coba cicipi ikan mujair bakar di Rumah Makan Nusantara. Masih ada sisa waktu, mampir ke Pantai Dok II, di tepian pantai biasa terdapat tenda-tenda penjual makanan.
Minggu. Di hari terakhir, sempatkan mampir ke Pantai Base G. Letaknya sekitar 15 menit dari pusat kota. Duduk-duduk santai di gazebo yang berada di tepian pantai bisa menjadi pilihan. Di depan Anda terbentang Samudera Pasifik. Jika belum terlalu terik matahari, berenang saja.
Setelah itu, cobalah menyeberang Kayu Pulo dan Kayu Batu. Di sana, Anda bisa menyusuri rumah-rumah kayu tepat dan jalanan kayu di atas air. Suku Buton dari Sulawesi sejak lama menetap di pulau ini.
Jangan terlalu lama berpelesir sebab Anda harus mengejar pesawat. Sisakan waktu sekitar dua jam sebelum waktu keberangkatan. Sebab, lama tempuh dari Kota Jayapura ke Bandara Sentani memakan waktu sejam. Sisa satu jam lagi untuk proses check-in Anda.

:

    Penulis: Ni Luh Made Pertiwi F
    Editor: I Made Asdhiana





    KotaJayapura.com 

     @KotaJayapura
    Diberdayakan oleh Blogger.